Kamis, 06 Desember 2012

Do you want to share?

Do you like this story?

srpihan angin menyeruak kalbu
mentari tak bersinar sediktpun
memberi aroma kesedihan
detik pun telah berlalu
waktupun tlah berputar
terik matahari tlah menyidari
dan aku disni terjaga sendiri

angin tak lagi berhempus menghirup udara pagi
membuat hati sesak tak bernapas
menyeruak didalam sanubaru
kemana kah cinta akan kulabuhkan
srmnrjak itu ku sendiri

tak ada yang sempurna
hanya ingin melengkapi
ketidak sempurnaaan itu
saling mengerti dan memahami

hujan tanpa henti
menyeruak didalam kalbu
cinta
ketulusan
kesakitan
begitu mengenal cinta sesungguhnya
air mata terus mengalir
ini hidup
ini realita
bukan dongeng seperti pangeran dan cinderela
cinta
belahan jiwaku
yang kutemukan dirku
ada dirimu
kamu adalah aku
dan aku adalah kamu
cinta

begitu pahit cinta
cinta
waktu terus berganti
apa engkau masih menunggu ku?
atau sudah pergii
rasa itu
Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru dari Hanie Ceritaku di inbox anda:

0 komentar:

Posting Komentar